Berita

Artikel Mahasiswa TBI Kenapa Harus Perempuan?

[caption id="attachment_1120" align="alignleft" width="234"] By Rifky Anggari[/caption] Di dunia ini segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Ada siang ada malam. Ada m...
[caption id="attachment_1120" align="alignleft" width="234"] By Rifky Anggari[/caption]

Di dunia ini segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan oleh Tuhan Yang Maha

Kuasa. Ada siang ada malam. Ada mentari ada juga rembulan. Adanya panas karena ada

kebalikannya yang kita sebut dengan dingin. Begitu juga dengan kita manusia, Sang Pencipta telah menggariskan bahwa kita diciptakan berpasangan yaitu laki-laki dan perempuan. Pastinya terdapat perbedaan di antara laki-laki dan perempuan. Perbedaan itu meliputi hampir setiap aspek kehidupan, baik yang tampak seperti penampilan, kekuatan fisik, dan pola tingkah laku, maupun yang tak kasat mata seperti peran di masyarakat, kesempatan karir, dan tanggungjawab di keluarga. Tidak jarang perbedaan-perbedaan itu membuat kaum hawa merasa didiskriminasi dan dibatasi geraknya, tidak seperti laki-laki yang lebih memiliki ‘power’ dan lebih leluasa mengatur hidupnya sendiri. Perbedaan yang sifatnya kodrati mungkin tidak akan banyak dipertanyakan, tapi tidak dengan perbedaan yang sifatnya ‘buatan manusia,’ yang kadang memancing perdebatan. Sebenarnya apakah yang mendasari perbedaan-perbedaan tersebut? Lalu apakah memang perempuan selalu ditempatkan lebih rendah dari laki-laki? Di beberapa bagian, anatomi dan fungsi tubuh laki-laki dan perempuan memang berbeda, sesuai dengan kodrat dan peran masing-masing. Perbedaan itu ada tentunya bukan tanpa alasan. Selalu ada makna dalam segala ciptaan Tuhan Yang Maha Bijaksana, akan tetapi kita sebagai manusia kadang tidak menyadarinya. Seperti yang kita telah ketahui bahwa salah satu organ tubuh yang paling penting bagi manusia yaitu otak. Otak laki-laki dan perempuan – sejauh yang kita ketahui bentuk dan fungsinya sama – ternyata memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Gregory L. Jantz Ph.D, seorang pakar psikologi sekaligus pendiri dari The Center for Counseling and Health Resources di Edmonds, Washington Amerika Serikat, menyebutkan setidaknya ada tiga perbedaan yang terdapat pada otak laki-laki dan perempuan. Tiga perbedaan itu meliputi kemampuan multi-tasking, kecenderungan menggerakan badan, dan kepekaan perasaan (Jantz, 2014). Dalam beberapa hal, kemampuan otak perempuan ternyata lebih unggul dibandingkan dengan otak laki-laki. Keunggulan pertama yang dimiliki yaitu perempuan lebih mampu untuk melakukan multi-tasking. Istilah multi-tasking sendiri diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan lebih dari satu pekerjaan dalam satu waktu dan dapat beralih dari satu pekerkaan ke pekerjaan lain secara cepat dengan hasil yang maksimal, tanpa mengesampingkan salah satunya. Menurut para ahli, perempuan lebih dapat diandalkan untuk melakukan multi-tasking dibandingkan dengan laki-laki yang cenderung hanya bisa fokus pada satu kegiatan pada satu waktu. Keunggulan yang dimiliki oleh kaum hawa ini sangat diperlukan untuk pengelolaan rumah tangga. Seorang ibu rumah tangga sering dihadapkan dengan keadaan dimana pekerjaan rumah masih banyak yang belum terselesaikan sedangkan waktu yang tersedia untuk menyelesaikannya sangat terbatas. Misalnya cucian menumpuk sedangkan lantai belum disapu dan suami serta anak belum sarapan. Keadaan ini tentunya mengharuskan ibu rumah tangga untuk menyelesaikan ketiganya secara hampir bersamaan. Yang dapat melakukannya dengan baik hanyalah perempuan dengan kemampuan multi-taskingnya, bukan laki-laki. Namun hal ini bukan berarti seorang perempuan hanya boleh mengurus rumah saja tanpa berkarir dan mengembangkan diri. Jika anda sebagai perempuan ingin mencari kegiatan lain atau ikut membantu perekonomian keluarga, maka pekerjaan seperti juru masak (koki) atau berwirausaha membuat produk kue mungkin cocok untuk anda, karena kedua pekerjaan itu juga membutuhkan kemampuan multi-tasking yang baik. Perbedaan kedua antara laki-laki dan perempuan yaitu laki-laki secara psikologis cenderung selalu menginginkan tubuhnya untuk aktif bergerak, sedangkan otak perempuan lebih mampu untuk mengendalikan keinginan tersebut sehingga perempuan bisa diam di satu tempat tanpa berpindah-pindah dalam waktu yang lama. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk menjaga dan merawat. Seorang perempuan, terutama yang sudah memiliki anak yang masih balita, harus selalu memperhatikan aktivitas yang dilakukan oleh anaknya. Sebagai seorang ibu, ia harus menjaga dan menjauhkan si buah hati dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu ia tidak boleh sibuk sendiri ketika sedang menjaga anak. Ia tidak boleh berpindah tempat jauh dari sang anak dan harus selalu menemani segala aktivitasnya. Kegiatan menjaga anak akan lebih efektif jika dilakukan oleh orang yang sabar dan tidak terlalu suka aktif bergerak atau menyibukkan diri dengan kegiatan pribadi. ‘Tugas’ ini lebih cocok dilakukan oleh seorang perempuan. Keunggulan ketiga yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada perempuan yaitu kepekaan emosional. Struktur otak perempuan membuat pemiliknya lebih tertarik dan peka pada hal-hal yang berkaitan dengan perasaan. Kelebihan ini sangat dibutuhkan oleh perempuan yang notabene berperan sabagai pengasuh anak, penghibur hati suami, dan warga masyarakat yang sering berinteraksi dengan banyak warga lain. Perempuan lebih tanggap apabila anaknya mengalami masalah emosional dan memerlukan bimbingan dari orang tua. Begitu juga dengan kondisi dimana sang suami mengalami stress karena pekerjaan, sosok istri akan peka dengan kondisinya dan berusaha mengembalikan semangat pada diri suami. Selain itu, kegiatan seharihari yang mengharuskan seorang ibu rumah tangga berkomunikasi dengan banyak orang di luar rumah terutama tetangga juga memerlukan kepekaan emosional yang baik. Dengan begitu, hubungan sosial antara keluarganya dengan warga yang lain dapat terjalin dengan baik. Dan bila anda tergolong perempuan yang ingin aktif berkontribusi untuk masyarakat, anda dapat mengikuti berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan untuk membantu menanggulangi berbagai masalah sosial yang ada di sekitar tempat tinggal anda. Kegiatan-kegiatan itu juga memerlukan kepekaan emosional yang baik. Demikianlah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki secara psikologis. Mungkin masih banyak hal lain tentang otak perempuan yang belum terungkap dan membutuhkan penelitian lebih jauh. Tuhan menciptakan perempuan dengan segala kelebihannya sesuai dengan tugas yang harus mereka emban. Menjadi perempuan yang tidak jauh dari rumah bukan berarti menjadi perempuan yang pasif dan tidak berkualitas. Sosok perempuan, dimanapun keberadaannya dan apapun pekerjaannya, tetaplah makhluk Tuhan yang luar biasa yang menjadi penghias dan penyeimbang di segala sisi kehidupan manusia. Selamat Hari Perempuan Internasional. Penulis adalah mahasiswa IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan pengurus komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Cirebon.
Bagikan Artikel:
Info Prodi Assistant
👋 Halo! Saya asisten info Program Studi. Silakan tanya seputar:
• Informasi pendaftaran
• Kurikulum & mata kuliah
• Profil dosen
• Kegiatan & agenda
• Kontak prodi
Aksesibilitas